Rabu, 21 Januari 2015

EMHA AINUN NADJIB

SAJAK



SEMENTARA AKU

Sementara aku berteduh di bawah payung rembulan,
Kau menjelma hujan yang melunturkan malam

Sementara aku berlumuran cahaya di ujung sunyi,
Kau menjelma badai yang padamkan api

Sementara aku membumbung ke atap pelangi,
Kau menjelma kabut yang membalut matahari

Yang sejati mengalir deras di dasar hati,
Dan yang dusta berkuasa di sudut-sudut mata

Jiwamu tertanam dalam hati,
Tapi jiwamu yang lain bercabang pada topeng-topeng fana

Bergemuruh batinku lalu menggumam semampuku,
Hampir saja kau cabut nyawa-nyawa rinduku

Mohon kau tunjukkan ruang yang hampa akan hadirmu,
Tunjukkan waktu yang terlepas darimu

Aku hanya setetes air pencipta hujan sore itu,
Mengalir hingga puncak-puncak samodra, tiada makna

Sedangkan kau danau tirta kencana,
Tempat bermuara setetes demi setetes doaku kepadaNya

Dan kini..
Sementara aku pucuk dahan di musim hujan,
Kau menjela celoteh anak-anak burung gereja

Dan kini..
Sementara aku melanglang menempuh perjalanan panjang,
Kau menjelma kerinduanku untuk selalu pulang

Dan akhirnya kini..
Sementara aku mencintaimu,
Kau menjelma mimpi-mimpiku


(Hafid, Yogyakarta 12 Oktober 2014)





Form Open Recruitment LPM Ekspresi

Tugas Form